Sabtu, 27 Oktober 2012

Karena saya memang berbeda

posting yang ini kiranya menjadi salah satu dari sekian banyak renungan saya tentang bagaimana setiap kejadian yang saya alami itu pasti mengandung banyak hikmah dan keberkahan yang luar biasa... pagi itu, tepatnya kemarin ketika hari raya Idul Adha, dimana jika kebanyakan orang lebih memilih berlibur untuk berkumpul dengan keluarga nya, ngasih makan embee dan sapi sana sini, sibuk bagiin hewan qurban, sampe sibuk nyate ini nyate itu. saya malah asyik tuh sama yang namanya tumpukan buku yang baru aja saya beli, di dalam kamar, tanpa peduli itu yang namanya keluarga yang lain lagi pada ngapain diluar. sebenarnya bukan karena gak mau, tapi saat itu memang ada prioritas lain diluar itu yang harus saya selesaikan dalam waktu dekat. proposal skripsi !!! yassalaaam...

hmmm, tiba tiba pintu kamar kebuka, terlihat lah kakak saya yang nomor 4 melihat kearah saya sambil geleng geleng kepala, dengan tatapan mata campur heran dan kayak sedikit kasian dia nanya "yaa ampun neng, umur lo berapa sii ??" trus saya cuma jawab singkat "21", trus dia lanjut ngomong, "yaa Allah, orang mah umur segitu udah pada nyari duit kemana mana, lu mah masih aja megang buku". abis ngomong gitu, pintu langsungg di tutup, dan sii kakak yang merasa tak berdosa ngeluyur meninggalkan saya begitu saja. lalu ada yang salah ?? pikir saya dalam hati begitu.

oke, saya memang satu satunya anak mama dan ayah yang disekolahkan sampai tingkat strata 1, yang lainnya paling tinggi D3. orientasi kehidupan dalam keluarga saya memang mempersiapkan anak-anaknya untuk bekerja, agar mampu secara mandiri mempersiapkan kehidupannya, mencari penghidupan yang lebih baik, dan agar tidak kesulitan ekonomi, semua silahkan dicari yang penting halal. karena memang pemikirannya praktis seperti itu, maka ilmu yang dicarinya pun, ilmu praktis yang penting dibutuhkan dunia kerja, bisa cari uang, membangun keluarga kecil lagi, setelah itu dan begitu seterusnya.

tapi untuk saya berbeda, pemikiran saya, jika memang menginginkan penghidupan yang lebih baik, maka ilmu yang dipunya pun harus lebih dari sekedar ilmu praktis, harus ilmu yang lebih agar bisa membantu kitanya pun lebih, tidak hanya penghidupan duniawi untuk keluarga saja, menjadi bermanfaat untuk orang lain juga penting, mempertinggi harkat dan martabat diri sendiri dan keluarga melalui pendidikan juga penting dan harus dipertimbangkan, masa mau hidup begini begini saja... ahh, saya mau menjadi sesuatu yang berbeda, yang melakukan terobosan disini, saya mau membuktikan bahwa apa yang saya yakini ini adalah benar adanya.

walaupun saya paling kecil dalam keluarga ini, terkadang tidak didengar pendapatnya, tapi yaa tidak apa apa, ini kan untuk saat ini, untuk nanti, bisa kita lihat bersama... :)

Jumat, 26 Oktober 2012

Berkerudung itu bukan Lifestlye

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...


saya memposting konten ini bukan berarti saya merasa sudah menjadi yang paling benar dalam kehidupan ini, khususnya kehidupan seorang muslimah. bukan berarti juga saya berasal dari kalangan Muslim aliran garis keras yang menolak perubahan. bukan berarti juga saya orang yang konservatif yang tidak menginginkan adanya inovasi dalam kehidupan ini. saya hanyalah muslimah biasa yang pengetahuan keagamaannya pun tergolong biasa biasa saja, saya memposting konten ini hanyalah ingin memberikan pandangan tersendiri mengenai pergeseran nilai dan budaya yang semakin luas beberapa waktu terakhir ini.

Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin, memang mewajibkan setiap kaum perempuannya yang disebut muslimah disini untuk mengenakan jilbab ketika ia hendak keluar dari rumah ataupun ketika bertemu dengan yang bukan mahramnya. Rasulullah saw, pun bersabda yang diriwayatkan oleh sahabatnya bahwa diwajibkan kepada setiap muslimah untuk mengulurkan jilbabnya sampai menutupi dada. tujuan dari perintah ini adalah tak lain dan tak bukan untuk menjaga kehormatan dari muslimah itu sendiri.

setiap muslimah diberi anugerah oleh Allah swt dengan memiliki seribu daya tarik dan keindahan melalui kemolekan tubuh dan wajahnya untuk dijaga kesuciannya sampai pada saatnya tiba keindahan tersebut hanya boleh dilihat dan diperuntukan bagi suaminya kelak. dalam konteks ini sebelum muslimah yang bersangkutan itu dipertemukan oleh pasangannya, sudah menjadi suatu kewajibannya untuk menjaga dan merawat keindahannya itu. tetapi menurut pengamatan saya beberapa waktu terakhir ini, sepertinya perempuan lebih mengutamakan nafsu dunia nya ketimbang untuk menjaga anugerah ini. mengapa hal ini dapat terjadi demikian ???

model budaya "hijab" yang sekarang tengah digandrungi oleh para wanita dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, ibu-ibu, hingga nenek-nenek ini memang sangat pesat perkembangannya. tak heran memang, role model yang ditampilkan sebagai ikon muslimah yang tetap trendy "sesuai syari'ah" ini menjadi daya tarik tersendiri. mereka cantik, modis, anggun, tetapi terlihat sopan dan menarik. baik memang di satu sisi sebagai kemajuan dari dunia fashion muslimah, untuk lebih membumikan budaya penutup kepala dikalangan barat, agar para muslimah dapat lebih diterima keberadaannya.

tetapi yang menjadi menjadi catatan penting saya adalah, bagaimana tidak dengan berbagai terobosan memadumadankan warna yang cantik, menarik mata, dan full color ini, dengan berbagai mode baju yang menjuntai ke kanan dan ke kiri. terlihat cantik dan sangat menarik perhatian memang, tidak hanya untuk kalangan laki-laki pastinya, tetapi dari kaum hawa sendiri pun, hal ini menjadi hal yang menarik untuk ditiru. tak ayal, dampaknya adalah perkembangan industri modiste berkembang pesat. harga yang terkadang menurut saya tidak rasional untuk sepotong kain yang hanya di gunting kemudian di neci, sudah bisa menjadi baju pun ditawarkan dalam berbagai corak dan warna.

belum lagi bahan yang tipis menyebabkan terlihat menerawangi lengkuk tubuh indah dari muslimah itu. sampai sampai teman laki-laki saya pernah bilang "cewek zaman sekarang mah begitu yaa, emang sii udah gak ngetat ngetat lagi bajunya tapi warnanya yang tembus pandang itu, bikin nerawang nerawang kemana mana, bikin kepala atas bawah pusing" tak bisa dibayangkan memang seberapa jauh pikiran liar yang akan muncul ketika para lelaki melihat hal ini.

disatu sisi saya senang dengan keberadaan komunitas berkerudung gaya ini ada dimana mana sebab dapat menjadi salah satu indikator kemajuan dunia fashion muslimah tadi. tetapi di sisi lain yang tidak dapat saya jelaskan dengan logika saya adalah ketika hal ini dijadikan tameng bagi para kaum muslimah untuk berburu baju baju mahal yang sebenarnya bukan untuk inovasi dalam berpakaian sesuai syari'ah Islam, tetapi lebih kepada untuk memuaskan nafsu konsumerisme nya saja. wajar memang kaum muslimah itu suka dengan berbelanja, apalagi untuk menyenangkan suami, wajib malah. tetapi menjadi hal yang tidak baik saja jika hal tersebut berlebihan dan hanya menghabiskan banyak uang untuk membeli peralatan beserta aksesorisnya.

belum lagi bagi para muslimah yang menjadi model kerudung sejuta gaya ini hanya untuk ikut-ikutan saja atau hanya karena melihat hal ini sebagai sesuatu yang mereka biasa sebut "lucu", padahal secara batiniah dia belum siap untuk berkerudung misalnya. jadi nanti pake kerudung nanti engga. jadi labil banget gak sii keliatannya... apalagi dikampus saya, yang katanya orang orang kampus Islam terbesar ini, perkembangan pesat tentang model kerudung sejuta gaya ini tumbuh subur makmur gemah lipah lhok jinawi. cuma yang saya amati sekali lagi, model berkerudung sejuta gaya ini malah menjadikan mahasiswi ditempat saya berkuliah menjadi berlebihan yaa pakaiannya ??? padahal cuma mau ke kampus, emang dikampus mau di lihat siapa sii... jadi sekarang yang namanya dandanan kuliah sama kondangan itu gak ada bedanya. kan jadi aneh ngeliatnya, berlebihan aja...

hmmmmmm, dari sekian banyak analisa, bukan berarti saya gak mau berkerudung dengan sejuta gaya lho, saya juga sering pakai kerudung sejuta gaya ini, cuma InsyaAllah saya masih bisa meregulasi tempat dan pakaian dimana saya harus tampil total dengan penampilan saya, dimana saya harus tampil dengan kesederhanaan saya. dimana saya juga harus pandai mempertimbangkan kemampuan ekonomi saya untuk membeli fashion yang tidak ketinggalan zaman dengan tetap mengindahkan barang dengan harga yang rasional. yaa saran hemat saya, yang penting kita pandai untuk meregulasi diri kita sendiri untuk memfilterisasi perubahan perubahan besar yang terlihat kecil di sekitar kita... cantik itu tidak harus mahal, cantik itu sederhana, sesederhana kita memaknai kecantikan yang alami :)

sekian, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dari posting ini...

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Selasa, 18 September 2012

Bismillah, kuatkan yaa Allah...

Yaa Allah, memang benar hanya Engkau sang maha pemilik hati yang membolak balikan dan mengendalikan hati ini, Engkau sang maha kuasa dan berkehendak atas segala yang ada terjadi atas diri ini, yang mungkin menurut hamba baik, belum tentu menurut Mu, yang mungkin menurut hamba buruk, bisa saja menurut Mu baik, semua kuserahkan hanya kepada Mu yaa Allah...

sebulan terakhir ini, benar benar saya merasakan gesekan yang kuat dalam beberapa peristiwa di kehidupan ini, mulai dari kehilangan barang yang saya sayangi dan kehilangan amanah yang dititipkan orang untuk saya,  pencarian tema skripsi yang beberapa sudah dapat tetapi ternyata tak bisa, hingga terkadang merasa mendapat penolakan dari berbagai pihak, yang sebenarnya entah itu hanya perasaan saya saja atau memang benar. beberapa kali merasa bahwa ikhtiar yang dilakukan seolah sia-sia, yaa Allah kuatkan yaa Allah...

Senin, 17 September 2012

Seputar Kekecewaan, Harapan, dan Mimpi...

awalnya saya memang tak ada ketertarikan sejauh ini sebelum saya mengenal seorang dosen tetap fakultas psikologi UI yang kebetulan mengajar juga di fakultas psikologi UIN Jakarta, Dicky Pelupessy, Msc nama lengkapnya. beliau mengajar mata kuliah peminatan psikologi lintas budaya yang saya ambil di semester 6 kemarin. awalnya saya amat tertarik dengan mata kuliah peminatan ini, karena sejak SMA saya sangat tertarik dengan bahan bacaan atau hal hal yang berkenaan dengan pelajaran sosial ataupun budaya, banyak orang bilang ke saya, klo saya ini memang "orang sosial banget". kemudian berangkat dari ketertarikan orang awam inilah saya memutuskan untuk mengambil matakuliah psikologi lintas budaya, di awal ekspektasi saya mungkin akan ada banyak mahasiswa yang tertarik dengan peminatan ini, tetapi ekspektasi ini pun luntur seiring berjalannya hari pertama masuk kuliah.

saat itu, karena dalam sistem informasi tertulis bahwa matakuliah ini berjadwal di hari kamis siang, maka saya pun masuk ke dalam kelas tersebut dan ternyata tak ada satupun orang dikelas itu. kemudian tak lama dari itu, datang sesosok pria paruh baya yang masuk kelas dengan dandanan casual dan necis, awalnya saya pikir mahasiswa kelas ekstensi, tetapi ternyata pria itu adalah bapak Dicky dosen yang mengajar, setelah pertemuan ini, kami berharap ada kesalahan informasi tentang jadwal, kemudian di jadwal selanjutnya akan ada banyak mahasiswa yang ikut matakuliah ini, tetapi kenyataannya tidak, ternyata yang mengambil matakuliah ini hanya tiga orang, ada saya, teman saya thata, dan satu lagi, saya lupa namanya siapa tetapi dia tak pernah masuk kelas, mungkin karena dia pikir kelasnya sudah ditutup karena isu yang beredar saat itu, untuk matakuliah peminatan yang tidak memenuhi kuota minimal maka di tutup. hmmmm, saya juga berpikir mungkin benar akan ditutup, tetapi ternyata tidak, saya dan thata bersikeras meminta kepada bagian akademik fakultas untuk tetap membuka kelas ini, karena kami berdua sangat antusias untuk mengikutinya, akhirnya kata bu lili (kabag akademik fakultas) "gak apa apa, walaupun cuma berdua, kalian tetap belajar aja, toh sekarang kan sedang booming fenomena fenomena sosial, akan sangat menjadi menarik itu pastinya kalau kalian bisa menjadi psikolog sosial." dengan berbekal motivasi ini, saya dan kemungkinan besar thata juga berpikiran hal yang sama, semakin semangat untuk mendalami dan mempelajari, apa sebenarnya psikologi lintas budaya itu sendiri, Bismillahirahmanirrahim, dalam hati saya meneguhkan niat untuk mencari ilmu yang sangat menarik ini, semoga bermanfaat dan barokah ilmunya, dalam hati saya bergumam.

seiring waktu berjalan, minggu ke minggu kami belajar dengan pak dicky seperti orang privat karena memang hanya berdua, terkadang di beberapa pertemuan ada teman-teman yang menjadi "mustami", sekali dua kali datang untuk mendengarkan, tetapi teman teman mustami ini, tidak menjadi mahasiswa tetap matakuliah ini, yang menjadi mahasiswa tetapnya dalam satu semester yaa hanya saya berdua, saya dan thata. pernah beberapa kali kami ikut belajar di kelas pak dicky yang di UI belajar bersama mahasiswa UI menjadi pengalaman tersendiri untuk saya, karena dari sini, saya mendapat pandangan baru tentang model budaya dan pembelajaran di Universitas nomor 1 di Indonesia itu.

sosok pak dicky merupakan sosok yang sangat menginspirasi untuk saya, karena baru kali ini saya menemukan dosen yang sangat berdedikasi tinggi, rela datang jauh jauh dari depok hanya untuk mengajar dua mahasiswi nya yang haus akan keilmuan yang baru. mengapa saya anggap baru, karena pada semester sebelumnya, saya mengambil matakuliah yang erat dengan matakuliah ini, psikologi sosial, itu sama sekali tidak mendapat apapun yang saya inginkan, 2 semester sebanyak 6 sks saya habiskan dengan begitu saja tanpa mendapat apapun dari situ. tidak ingin sebenarnya saya menyalahkan dosen, yang memang mengajarkan nya jauh dari materi yang berkenaan dengan matakuliah yang bersangkutan. maklum saja, dosen itu, professor memang, tetapi beliau sudah sangat uzur, menurut teori perkembangan, wajar sekali memang di usia beliau yang sudah senja, menjadi sangat rentan untuk berbicara agak "ngawur" dan ngalor ngidul kemana mana. tetapi saya yakini, jika saja saya di ajarkan oleh beliau beberapa puluh tahun kebelakang saja, mungkin pembahasan yang akan dibahas tak menjadi tentang cerita gaji pensiunnya, cucu nya, segitiga bermuda, cinta monyet, ataupun tentang pengalaman pribadinya yang lain, yang samasekali tidak ada dalam materi SAP nya. saya dengan segala kerendahan hati pun dapat memaklumi beliau dan tidak ingin menyalahkan beliau, kan "orang tua berbicara masa lalu, anak muda berbicara masa depan" jadi mau dipertemukan seperti apapun akan tidak ketemu karena memang bersebrangan. gak akan ketemu ujung pangkalnya dimana. tetapi memang disadari ataupun tidak, secara tidak langusung pengalaman pada matakuliah psikologi sosial 1 dan 2 ini, benar-benar seperti menjadi awal yang selanjutnya melahirkan stereotipe bahwa psikologi sosial itu tidak menarik. terbukti dari kuantitas mahasiswa yang mengambil matakuliah peminatan psikologi lintas budaya amat sedikit, tak sampai 5 orang. saya rasa ini juga menjadi PR besar pihak akademik fakultas, sebenarnya apa salah ? toh jika membaca materi-materi dan kajian psikologi sosial, sangat menarik, karena langsung benar-benar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

yang menjadi kekecewaan saya saat ini adalah, bagaimana bisa saya yang sudah selama kurang lebih 2 minggu terakhir ini penuh semangat menggebu-gebu mencari bahan skripsi yang akan mengangkat tema psikologi sosial, harus dibenamkan begitu hanya karena kebijakan pihak akademik fakultas yang menurut saya sangat tidak relevan. peminatan wajib lanjutan psikologi sosial yakni psikologi lingkungan dinyatakan DITUTUP hanya karena kuantitas dari jumlah peminat yang sedikit, padahal ada 5 orang, jauh lebih banyak dari ketika saya mengambil matakuliah psikologi lintas budaya yang hanya 2 orang.  sebenarnya waktu itu, psikologi lintas budaya juga akan ditutup, cuma karena waktu itu pak dicky sang dosen inspiratif juga bersemangat untuk mengajar, lalu ibu lili dari kabag akademik membolehkan, akhirnya KBM pun tetap dapat dijalankan dengan baik. dari kejadian ini, saya benar benar dapat menilai, mana dosen yang memang benar-benar ingin mengabdikan dirinya pada pengembangan SDM dan ilmu pengetahuan, mana yang hanya kaku dan terpusat pada prosedur dan kebijakan. sangatlah dzolim menurut saya jika kita mengubur hidup-hidup semangat dan ide dari seorang "dungu" yang berusaha ingin menjadi sang "pembelajar". apakah bijak, jika kita menghalangi keinginan orang yang ingin belajar mendalami sesuatu hanya karena tidak sesuai prosedur, apalagi hanya berkenaan dengan kuantitas manusianya. IRONIS !!!

harapan saya yang awalnya ingin menjadi seorang psikolog yang ahli dalam perspektif sosial dan mampu mengkaji faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap aspek seseorang di perilaku nya secara mendalam, ternyata harus saya tunda sepertinya sampai benar-benar saya melanjutkan pendidikan saya ke S2 nanti. mimpi saya yang ingin membuat skripsi yang sampai bisa dijadikan buku bertajuk, pengaruh dukungan sosial terhadap perkembangan feminisme di Indonesia harus saya kunci dulu hingga menemukan waktu dan tempat yang tepat untuk kembali membukanya. tempat saya berada saat ini sepertinya memang kurang mendukung mimpi dan semangat pada bidang yang saya minati. penciptaan atmosfer peminatan mayoritas yang populer dan minoritas yang tidak populer menjadi semakin jelas terasa di fakultas ini. sedih memang, tetapi tak apa,

saya tetap mempercayai bahwa Allah selalu menyiapkan segala yang jauh lebih baik untuk diri saya ketika saya tidak mendapatkan apa yang saya kehendaki. saya yakin, kalaupun saya tidak bisa mewujudkan mimpi saya disini, maka ketika saya keluar nanti saya akan bisa mewujudkannya. saya yakin, diluar sana akan lebih banyak pengembangan keilmuan ini, dan saya harus mendapatkannya dari tempat lain, harus itu, saya yakin saya bisa, atas izin Allah SWT, Insya Allah, Amin Allahuma Amin...

harapan saya semoga adik adik kelas saya nanti tidak merasakan apa yang saya rasakan, artinya mereka tidak perlu tahu rasanya mengubur hidup-hidup ide dan semangat untuk fokus menggeluti satu bidang hanya karena prosedur dan kebijakan. semoga mereka tak pernah merasakan ini, karena jujur rasanya itu bikin DOWN banget banget banget... tetapi tidak apa apa, tetap semangat meraih mimpi, next kita rajut mimpi dan semangat lewat cadangan keilmuan lainnya yang juga saya minati, psikologi klinis dewasa, dengan bidang kekhususannya psikologi seksual, Bismillah SEMANGAT !!!


Sabtu, 15 September 2012

Hari itu Hari Penuh Pembelajaran

Jum'at, 8 September 2012

tepatnya pukul 12 siang ketika adzan Jum'atan berkumandang, sii hitam lenovo kesayangan saya beserta uang organisasi FLAT yang di amanahkan kepada saya sebesar 3.5jt beserta uang pribadi saya senilai 72rb RAIB di bawa orang. saya tahu betul siapa yang tega benar melakukan itu semua. pasalnya sebelum semua itu hilang, saya memang berinteraksi dahulu oleh seorang ibu ibu paruh baya yang sangat asing dan baru saya temui 1 jam sebelum kehilangan terjadi...

awalnya saat itu kira-kira waktu menunjukan pukul 11.00 WIB, saya tengah asyik menyetrika setumpukan baju dan kerudung yang memang sudah lama saya tunda, saya melakukan aktivitas ini dalam kamar baru saya di 101 gedung C Asrama Putri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tepat 1 minggu baru saya tempati. sudah dua tahun terakhir ini memang saya memiliki kewajiban untuk hidup di Asrama, maklum saja, Alahamdulillah saya mendapatkan beasiswa full S1 dari BUMN Perum Angkasa Pura II. tetapi, yaa itu tadi, saya wajib tinggal di asrama karena harus mengikuti serangkaian "pembinaan" yang katanya bertujuan untuk "mencetak mahasiswa yang mampu mengintegrasikan keilmuannya dengan nilai-nilai keagamaan" yang di dapat dari (Ma'had) pesantren tingkat mahasiswa ini, sebutannya pun "mahasantri" ngeri yaa !!! hahaha, tetapi sekarang saya belum ingin menjelaskan tentang itu, biarlah tentang hal ini saya bahas di posting berikutnya :D :D

oke cukup intermezzo nya, lanjut ke cerita sebelumnya, ketika saya tengah asyik bergelut dengan aktifitas ibu-ibu ini nyetrika -red- tiba-tiba sesosok perempuan asing lewat di hadapan saya, saat itu saya memang tengah menghadap ke pintu kamar yang memang sengaja saya buka karena gerah banget kalo lagi nyetrika pintu di tutup. berhubung kamar saya menghadap persis ke depan pintu yang mengarah ke kamar mandi, saya melihat orang itu masuk ke dalam kamar mandi, dan saya mendengar orang itu buang air kecil, melihat keadaan itu saya masih santai aja tanpa curiga sedikit pun, karena saya pikir mungkin dia adalah salah satu wali murid yang tengah mengantar anak nya yang akan tinggal atau kembali ke asrama, sebab saat itu kondisi asrama memang sedang sangat ramai oleh wali murid. kemudian sampai orang itu keluar dari kamar mandi, dan menengok ke arah saya, dan saya juga melihat dia, lalu saya masih santai dan kembali melanjutkan aktivitas.

tak lama sii ibu melewati kamar saya, selang beberapa detik, orang itu kembali secara tiba-tiba di hadapan saya, dengan menanyakan "ini aspi gedung C yaa ? yang suka di tempati mahasiswa pasca sarjana itu ?" lalu saya menjawab enteng "iya, mau cari siapa bu ? tapi orangnya sudah pindah kekostan semua, disini tinggal mahasiswa S1 saja." lalu sii ibu itu menjawab "iya, saya mau ketemu teman saya ibu ros, mau ke kostannya cuma gak tau, makanya disuruh menunggu disini dulu, nanti beliau yang samper saya kesini. boleh saya tunggu disini ?" lalu, karena saya tak ada satupun rasa curiga, maka saya mengamini saja keinginan beliau yang mau ikut menunggu dikamar saya, dan ini adalah kebodohan + kesalahan saya yang pertama (langsung welcome saja dengan orang  baru, dan langsung percaya saja dengan omongannya).

lalu tak lama setelah itu, dia bilang lagi "aduh, hape saya lowbat nih, mati banget gak bisa nyala, gimana mau menghubungi ibu ros nya yaa ?? kamu punya charger BB gak?" sambil menunjukan hape nya ke saya. lalu, saya enteng lagi jawabnya, "yaah saya hape nya nokia bu, ada charger jg nokia kecil".. sii ibu jawab lagi, "uhm, kalo begitu temannya ada yang punya gak?" "waduh gak ada bu, disini gak ada yang pake BB", lalu sii ibu pun memaksa saya untuk mengambilkannya, cuma saya bersikeras tidak mau, dengan berbagai alasan yang ngeles bajaj.. sampai pada sii ibu, menunggu di depan pintu kamar yang seolah seperti menghalangi jalan setiap orang yang hendak masuk ke kamar saya. dari situ lah saya terus dan terus di ajak si ibu ngobrol ngalor ngidul. karena saya gak ada perasaan curiga sama sekali, sambil sesekali saya menwarkan dia minum dan camilan yang memang saat itu lagi ada... sii ibu bilang "saya karyawan BII, mau mengambil S2 perbankan syariah di UIN, makanya mau nanya-nanya dulu sama bu ros" "rumah saya di pasar rebo", kira-kira itu lah percakapan yang saya ingat sampai saya memposting ini... (inilah kesalahan + kebodohan saya yang kedua, kenapa saya tidak menanyakan sedikitpun perihal nama nya)...

hingga, tibalah pada waktu dimana sii ibu itu menanyakan "kamu gak kuliah ? kalau mau kuliah, kamu mau rapi-rapi, beres-beres aja"... berhubung saya posisi nya memang sudah injury time mau masuk kuliah, dan masih dengan perasaan bodoh tanpa kecurigaan sedikitpun kepada sii ibu, maka saya tinggal lah, sii ibu sendirian di depan pintu kamar saya, dengan posisi laptop sedang di cas, dompet diatas kasur, tapi ketutupan guling, sama sejumlah uang di dalamnya, tak lupa saya menitipkan si ibu... selang beberapa waktu setelah itu, saya dengan wajah tanpa dosa dan beban keluar dari kamar mandi, dan melihat sii ibu sudah tidak ada. langsung dari situ saya terhenyak, "MATI TUH IBU GAK ADA !!! LAPTOP, MAMPUS GUE !!!" betul saja, laptop dan sejumlah uang yang ada di situ RAIB semua, yang tersisa hanya lah sii coklat hape saya, yang mungkin dia masih ada rasa kasihan jika ingin mengambilnya.. hmmmmmmmmmmmm

ini lah sepenggal pengalaman hidup saya, hahaha.. mau di sesali yaa, gimana lagi, namanya juga musibah, tetapi yasudah lah, saya tidak ingin menyalahkan siapapun termasuk satpam, atau teman-teman saya yang seharusnya saat itu bisa menjaga keamanan, pikir saya, inilah yang dinamakan musibah, yang pasti saya sudah ikhlas dengan semua nya. tetapi memang yang namanya PTSD (post traumatic syndrom) memang masih saya alami sampai detik ketika saya mengetik posting ini. yang namanya menjadi was was berlebihan, parno sendiri kalo di ajak interkasi sama orang asing, sampai jadi mengecek berulang-ulang kunci kamar ketika saya hendak keluar.

semua nya saya ikhlaskan Lillahi Ta'ala, semoga kedepannya masih banyak rezeki yang lebih barokah lagi untuk saya, si bungsu yang kata mamaa saya "sok culang cileung, gak cerdik, dan ciblo" hahaha, istilah sunda... terkadang memang masih ada perasaan, sayang yaa itu sii hitam, ada data kuliah yang penting dari semester 1, sampai foto-foto penuh kenangan yang tak mungkin bisa kembali lagi, jika dihitung usia nya sii hitam memang belum genap 1 tahun, saya membelinya 10 Sept 2011 hilang 8 Sept 2012, setahun kurang 2 hari cing !! walaupun masih muda hitungannya, tetapi sii hitam sangat berarti untuk saya, karena dia telah banyak berjasa menemani saya dalam kegalauan selama 1 tahun terakhir, dan sekarang saya memang sudah benar benar ikhlas untuk sii hitam... tetapi, tak apalah artinya saya sudah belajar untuk ikhlas kehilangan sesuatu yang saya sayangi... yang masih menjadi beban sampai detik ini adalah uang organisasi yang jumlahnya tak sedikit itu, saya terus terang menjadi kecewa dan acap kali marah kepada diri saya sendiri jika mengingat hal ini, bagaimana bisa saya teledor terhadap tanggung jawab yang orang berikan kepada saya, saya merasa menjadi orang yang tidak amanah... terkadang, saya pun masih merasa tak enak hati jika ingin bertemu teman teman di FLAT...

tetapi biar bagaimana pun saya terus berusaha untuk mencari jalan keluar untuk mengganti uang tersebut, walaupun tak mungkin saya mengantinya full dalam waktu dekat ini... Bismillah saya kerahkan ikhitiar, Allah yang berkehendak, keep fighting mbee !!!

Selasa, 28 Agustus 2012

Teologi-Keterbatasan Manusia-Orang tua-Anak

Bukan apa apa, bukan siapa siapa, ketika Tuhan memiliki Power dengan konsep Teologi nya, lantas bagaimana dengan seorang manusia yang memang diciptakan penuh dengan keterbatasan dan banyak kekurangan... tetapi Tuhan memang maha adil atas segala yang ada diciptakannya tersebut ketika Tuhan dengan kehendak-Nya menciptakan manusia dengan penuh keterbatasan dan banyak kekurangan, maka selanjutnya Tuhan memberikan suatu ilham kepada manusia itu sendiri agar ia mampu memanipulasi keterbatasannya dan mampu mengkoordinir kekurangannya untuk tidak terlihat sebagai kekurangan melainkan sebagai kelebihan, lantas apakah ilham yang dimaksud ??? yaa, akal... tak ada satupun makhluk lainnya yang pernah Ia ciptakan dan diberi anugerah akal seperti manusia... malaikat sekalipun tak memiliki nya, hanya manusia, Subhanallah...

konsep ketuhanan yang satu ini saya akan coba terjemahkan dan kondisikan seperti hubungan antara anak dan orang tua... tujuannya sederhana hanya agar lebih mudah dipahami dan untuk menjadi suatu hal yang lebih relevan saja untuk diterima si "akal" tadi... tetapi terlepas dari itu saya akan tetap memasukan unsur pengalaman pribadi dan pengamatan empiris langsung yang telah saya lakukan...

hubungan antara orang tua dan anak selayaknya memang saling menyayangi, menghormati, menghargai, dan tak terlepas dari saling "membutuhkan" dan saling "menaruh harapan"... kenapa untuk dua kata kerja yang terakhir saya beri tanda kutip ??? is there anything wrong ??? jawabannya tidak ada yang salah, hanya saja ada hal lain yang lebih luas term nya untuk dijelaskan lebih lanjut tentang terjemahan luas dari kata kerja yang dikutip tadi, let we see...

kenapa antara anak dan orang tua harus ada kata kerja saling membutuhkan ??? tidak kah semua yang telah dilakukan atau diberikan itu semata mata karena ketulusan satu sama lain ??? tunggu dulu, jangan terlalu sempit untuk mengartikan makna saling membutuhkan itu cenderung ke arah yang negatif karena biasanya ada unsur kepentingan disana... membutuhkan yang dimaksud disini adalah ketika memang sangat membutuhkan posisi dan peran orang tua mereka ketika mereka masih kecil, hingga remaja, dan tumbuh menjadi dewasa dengan pribadi yang matang... tentu bukan suatu proses yang singkat dan mudah, disana membutuhkan bimbingan materil maupun moril pastinya... lalu bagaimana posisi orang tua yang membutuhkan anak nya, setiap orang tua membutuhkan anak untuk melanjutkan generasi mereka dan untuk bergantian bagaimana ketika orang tua ini benar benar menjadi tua, butuh pula bimbingan materi karena mungkin mereka tak mampu lagi untuk mencari nya sendiri... hidup itu memang saling membutuhkan, itu lah kenapa manusia dikatakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain termasuk orang tua ke anak ataupun sebaliknya...

selanjutnya menaruh harapan, ketika memang seorang anak menaruh harapan kepada orang tua mereka untuk menjadi orang tua yang lebih moderat dan mampu mengerti apa yang mereka inginkan dan butuhkan, sejatinya sii anak itu pun sudah menaruh harapan kepada sang orang tua untuk dapat berpikir dengan pola pandangan seperti pola pandangan sii anak... lalu untuk menaruh harapan anak dari orang tua, saya rasa semua orang sudah dapat menerjemahkan term ini secara universal karena inilah yang biasanya lebih mendominasi dalam kehidupan sebuah keluarga... orang tua yang menaruh harapan agar anaknya dapat menjadi orang sukses, dapat menjadi seorang yang lebih maju dari dirinya, dapat menjadi orang yang berguna untuk keluarga dan lingkungan masyarakat, dapat membantu keluarga nya yang lain, dapat menjadi panutan, dapat menjadi seseorang yang memang patut mereka banggakan... kurang lebihnya seperti itu kira-kira...

lalu apa hubungan konsep teologi dengan peran antar orang tua dan anak yang saya maksud disini ??? konsep teologi sebenarnya merupakan term yang cakupannya sangat luas jika memang mau dikaji secara mendalam dan detail, menarik sekali memang, tetapi untuk saat ini biarkan saya mengkaji sesuai dengan apa yang sudah saya pahami saja terlebih dahulu... baiklaa, ketika Tuhan mempunyai power untuk memberikan suatu keistimewaan pada setiap manusia dengan akal, maka harapan Tuhan adalah manusia akan dapat secara mampu memanipulasi kekurangan dan keterbatasan yang mereka miliki pula... harapannya tak lain untuk dapat bertahan hidup, mengelola bumi beserta isi nya, serta beribadah kepada-Nya... dalam konsep Nya ini, manusia pun menjadi terbagi ke berbagai macam golongan, ada yang dapat dengan mampu memaksimalkan akal mereka dan membantu penghidupannya, ada pula yang tidak secara jeli memaksimalkan akalnya hingga banyak yang gagal dalam mengartikan kehidupan...

selanjutnya bagaimana dengan orang tua dan anak... orang tua yang memang paham betul akan kondisi dan keadaan anaknya, maka akan dengan secara "tulus" memberikan penghidupan dan pendidikan yang layak semampu mereka untuk memaksimalkan potensi si anak agar menjadi seorang yang sesuai dengan harapan mereka... namun karena terkadang sudut pandang antara orang tua dan anak itu sangat berbeda, maka timbulah kompleksivitas yang cukup tajam dalam sebuah kehidupan... ada yang memang menjadi anak menurut saja terhadap apa saja yang orang tua mereka katakan, lalu ada juga yang memberontak, tetapi yang menjadi catatan saya, kenapa selalu saja ketika ada anak yang memberontak dari keinginan orang tua, maka kehidupannya pun tidak semulus dengan apa yang diharapkan... tetapi dibeberapa kasus ada yang berbeda, tetapi saya memaknai ini sebagai "POWER" dari orang tua kepada anaknya yang sekurang-kurangnyaa mirip dengan "POWER" yang di miliki Tuhan kepada Manusia...

*Hidup adalah menghidupi dan menghidupkan kehidupan demi pencapaian kehidupan yang lebih baik

Senin, 27 Agustus 2012

Nama Saya.........

nama saya yang sebenarnya diberikan oleh orang tua saya adalah Reisa Suci Arimbi, yang kemudian saya suka sekali dengan nama bapak saya, maka acap kali sering saya tambahkan Rahardjo di akhir nama saya, kemudian banyak juga orang yang mengenal saya dengan nama lengkap "REISA SUCI ARIMBI RAHARDJO"... seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, pengalaman, serta teman ataupun orang yang saya kenal, kemudian muncul lah nama nama lain yang dijuluki untuk saya seorang wanita yang saat ini sedang menulis blog sendirian di asrama putri UIN Syahid Jakarta berusia 21 tahun 4 bulan 27 hari, hahahahaha... oke, berikut ini akan saya coba uraikan satu persatu nama julukan beserta berasal darimana hingga nama ini bisa muncul...

1. "eneng" : ini adalah nama kecil julukan dari keluarga inti saya secara keseluruhan karena ibu saya berasal dari suku sunda, dan biasa nya nama eneng ini diberikan pada anak perempuan...

2. "bon" : nama ini adalah nama kesayangan dari 2 kakak laki laki saya, yang mana di maksudkan ini adalah berasal dari kata "babon" karena badan saya terhitung badan anak gadis ayah dan mamah yang paling besar jika dibandingkan dengan kakak perempuan saya yang lain...

3. "rere" : ini adalah nama panggilan singkat dan akrab dari teman teman SMP saya, halloooo adam, indri, gustin, dini, melani, kholid, dan semua nyaaaa...

4. "shasha" : ini nama panggilan akrab saya dari teman teman X.3 SMAN 1 Ciputat...

5. "Rechan" : nama panggilan sayang dari mantan saya yang pertama, halloooo satria janaka :D :D katanya ini artinya Reisa cantik... hahaha, gombaaal...

6. "mbi" : nama panggilan saya dari seorang kakak kelas namanya kaa findo... waktu itu dia bilang ribet manggil saya reisa, makanya dia cari nama yang simple dan lebih mudah untuk diucapkan, maka tercetuslah nama ini yang kemudian akan berengkarnasi jadi nama lain dikemudian hari, let we see in next story...

7. "echa" : ini adalah nama panggilan saya dari om rudi sama tante yati, beliau adalah orang tua dari satria, karena waktu saya pacaran sama dia, saya lumayan dekat dengan keluarganya...

8. "bebek" : nama panggilan kesayangan dari mantan kedua saya karena dulu waktu saya pacaran sama dia, saya suka nya manyun mulu kayak bebek...

9. "reis" : nama panggilan singkat dan akrab dari guru terbaik saya waktu SMA, bu ihat, I miss her so damn...

10. "bu rt" : nama panggilan saya dari fanny, teman kuliah.. katanya saya cocok jadi bu rt yang suka ngatur, kemudian nama ini suka dipake sama teman kuliah saya yang lain...

11.  "turtle" : nama panggilan dari kaa cahya, karena waktu itu saya pake kacamata kayak kura-kura ninja...

12. "kucing" : nama panggilan dari bima teman SMA dulu, karena katanya saya kayak kucing

13. "demplon" : panggilan dari teman urakan waktu kelas XII IPS 1, halloooooo kadek, jamen, usroh, kacuy, haris, pisang, embon, ejaaa... kangen urakan lagi lah pokoknya :D :D

14. "bedul" : klo yg ini khusus nama panggilan kesayangan dari haris, karena saya amat akrab sama sii abang yang satu ini :D :D

15. "purbawati" : nama panggilan dari tami teman di kelas XI IPS 2 dulu, karena saya jago banget pelajaran sejarah, sampe nilai ujiannya 100 mulu, makanya di bilang saya emang manusia purba yang hidup dari jaman dulu...

16. "bunda" : nama panggilan dari anak anak cetakan saya pada masa FLO di organisasi saya... karena sayang dianggap ibu dari mereka, yang telah melahirkan mereka... hahaha

17. "mommy" : panggilan khas dari salah satu anak saya di FLAT mentari namanya :)

18. "kaka bunda" : panggilan khas saya yang lain dari anak saya yang lain di FLAT, anna namanya :)

19. "kaa rei" : nama panggilan dari kebanyakan anak anak saya yang lain jika mereka mau memanggil saya singkat...

20. "bunda teresa" : nama panggilan akrab dari kohar adik saya di FLAT...

21. "ndut" : nama panggilan sayang dari kakak tersayang di FLAT yang paling ngeFLAT kakaa buncit caesar fathoni raharjo...

22. "reeeeeeeeeeeeeey" : panggilan singkat tapi dengan nama panjang khas dari sahabat terunik meyriandini suci lestari...

23. "bu hajat" : nama panggilan dari Flawless yang tercetus waktu jadi ketua FLO, karena wkt itu saya heboh banget ngatur manusia kayak ibu hajat yg lagi rempong sama perkara hajatannya...

24. "neng" : nama panggilan singkat dari sii pacar zaenal muttaqien alias mas lele :p

25. "enci" : ini nama panggilan kesayangan saya dari kokoo wandy karena katanya saya kayak orang china... haha china kebon kali yaa klo item begini :D :D

26. "rongrong" : nama panggilan kesayangan dari my bestiest aisyah alias "onta", karena dia ada keturunan arab, makanya dia saya panggil onta - nama khas arab, kemudian dia membalas nama panggilang ini dengan..... karena wajah saya agak agak oriental cuma karena didukung "mata sipit" hahaha, maka dia panggil saya barongsai, yg disingkat jadi agak unyu dikit "rongrong". I Love It :D :D

27. "mbee" : nama ini adalah nama rengkarnasi dari mbi yang tadi.. pertama kali dicetuskan oleh abang pipi mohamad hilman, akhirnya ini jadi nama panggilan saya untuk teman-teman saya di FLAT, terutama Renoveers, mungkin karena ini juga dikasih nama dari papah kami sii abang, makanya yang manggil akrab saya pake nama ini juga sodara sodara saya, hehee.. dan dari semua nya saya memang paling suka nama panggilan yang ini....

apapun dan bagaimana pun orang memanggil saya, mau itu plesetan kedengarannya baik atau tidak, tetapi saya tetap menghargainya.. karena buat saya ini adalah bentuk lain yang unik untuk sebuah respectable, dan saya sangat mengapresiasi itu... terimakasih untuk semua orang yang sudah memberi saya julukan tersebut...

Rabu, 18 Juli 2012

Haruskah saya kembali menjadi seorang Akademisi ???

perasaan pertama yang selalu muncul ketika melihat nilai-nilai pada sistem informasi di akhir semester adalah perasaan sedih, menyesal, dan campur aduk... saya sering merasakan perasaan hal ini di tiap akhir semester, entah mau memulai perasaan menyesal, sedih, atau perasaan tak karuan itu darimana, saya juga tidak tahu...

terkadang saya bingung dengan sebenarnya apa yang terjadi dalam kehidupan akademisi di bangku kuliah yang saat ini tengah saya jalani.. di satu sisi saya amat menikmati pembelajaran organisasi yang tidak dapat saya temui di bangku kuliah formal saya, tetapi di sisi lain, ada perasaan bersalah dalam diri saya karena telah melalaikan, dan karena sering mengkeduakan tujuan hakiki saya yang sebenarnya, untuk apa saya berada di Universitas yang orang bilang Universitas Islam Negeri terbesar ini...

10 September 2012 besok, genap sudah saya berada 3,5 tahun menimba ilmu di fakultas psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tepat sudah saya berada di tingkat akhir dalam dunia perkuliahan.. yaa, sekarang saya sudah memasuki semester 7.. dalam pikiran saya saat ini adalah bagaimana bisa, ketika saya mengkroscek nilai dari semester ke semester, nilai saya selalu ada saja bertengger grade "C" pada salah satu mata kuliah.. mau melakukan mekanisme pertahanan diri untuk meredakan kecemasan saya, tidak baik rasanya... ini semua memang salah saya yang tidak dapat membagi waktu yang baik untuk semuanya.. saya memang terlalu sering memprioritaskan apa yang sebenarnya tidak perlu saya prioritaskan dan justru malah mengkeduakan dan melalaikan apa yang seharusnya saya utamakan.. entah ini yang dinamakan "keblenger" atau memang saya mencoba mengedepankan idealisme dan impian saya di tempat yang lain.. entahlah, tapi yang jelas saya tidak ingin melakukan mekanisme pertahanan diri disini..



saya akui, saya memang rindu dengan diri nya saya yang "studyholic", gila baca, ambisius dengan nilai, ambisius dengan persaingan dalam berprestasi, dan ambisius dengan pencapaian kesempurnaan prestasi di dunia pendidikan.. saya rindu diri saya yang seperti itu.. saya rindu dengan masa-masa SD, SMP, dan SMA saya.. saya juga terkadang rindu dengan dirinya saya mampu egois dengan kondisi dan keadaan orang lain, tak peduli pada siapapun, hanya agar dapat mencapai prestasi yang memuaskan dan membanggakan untuk diri saya sendiri.. jujur, saya memang rindu dengan diri saya yang seperti itu.. saya rindu dengan senyum lepas saya ketika, saya melihat pencapaian prestasi saya sesuai dengan prestasi dan ikhtiar yang telah saya lakukan.. saya rindu dengan perasaan-perasaan seperti itu..





jujur saya ingin sekali meninggalkan semua hal yang rasa memang mengganggu aktivitas akademisi saya, ingin sekali rasanya saya meninggalkan organisasi yang selama ini telah mendidik saya tentang banyak hal.. tetapi jujur, tak sampai hati saya melakukannya.. saya merasa mereka adalah keluarga saya.. saya punya teman baik yang sekarang menjadi orang nomor 1 dalam organisasi itu, dan saya mempunyai hutang moril untuk membantu dia.. saya punya teman-teman seangkatan, yang juga punya amanah sama besarnya.. dan pastinya saya juga mempunyai hutang moril untuk membantu mereka.. saya mempunyai adik-adik yang juga masih harus banyak saya bimbing, karena tak sampai hati juga saya meninggalkan mereka begitu saja, yang memang masih banyak membutuhkan bimbingan dari "KAMI" yang sekarang mempunyai amanah terbesar untuk menjalani organisasi ini... tetapi sepertinya untuk saat ini, tak bisa untuk saya benar-benar meninggalkan organisasi ini.. saya pun masih mempunyai satu "PR" disini, untuk sebuah pemantapan sistem pengkaderan yang paling baik.. setidaknya ini yang benar-benar dapat saya wariskan ketika memang nantinya saya benar-benar sudah harus meninggalkan organisasi ini..

untuk pacar ??? terlalu indah untuk saya meninggalkannya.. buat saya dia adalah sebuah penguat psikologis yang sulit saya jelaskan dan gambarkan betapa sangat signifikannya dia mempunyai pengaruh dalam kehidupan saya.. seberat dan se cape apapun saya, jika untuk dia, tak kuasa saya mengatakan tidak... HE IS MY WORLD, THE MOST BEAUTIFUL AND WONDERFUL THAT I EVER HAD, AND I DO LOVE HIM, simple, and i'm happiest because that..



sudahlah ARIMBI, tak perlu menyalahkan keadaan dan orang lain, atas semua kejadian ini.. ini hanyalah bagaimana kamu seorang perempuan muda yang mempunyai banyak tanggung jawab dan mimpi indah itu baik dan bijak dalam mengatur waktu.. Hidup itu untuk menghidupi dan menghidupkan kehidupan.. untuk mengendalikan keadaan, bukan untuk dikendalikan oleh keadaan.. penuh Syukur atas segala keberkahan dan nikmat yang telah di berikan Gusti Allah kepada dirimu cah ayu, semua akan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan jika memang kamu istiqomah terhadap semuanya... hanya tinggal meningkatkan mental baja, sikap altruist, dan pekerja keras.. kamu adalah perempuan yang memang dilahirkan untuk itu, semangat yaa arimbi, optimis dan yakin pasti bisaaaa !!!

saya setelah galau dengan keadaan#

Selasa, 17 Juli 2012

Seorang Amirul Mu'minin Wahid untuk Saya

siapa sii Amirul Mu'minin Wahid itu ???

ini dia nih sii abang ganteng yang sudah saya kenal kurang lebih 4 tahun terakhir ini, berawal saya melihat dia di propesa psikologi UIN 2009, yg mana sii abang ganteng ini adalah mentor dari kelompok 1, kelompok yg paling paling di masa propesa saat itu.. entah kenapa rame nya itu krn emang anak2 kreatif dan gokil krn ada rais, findo, hawa, dkk.. atau emang krn bimbingan sii abang yg mantap jayaaaa.. dan saat itu memang kelompok ini yg jadi sorotan publik.. dari situ lah saya mulai mengetahui ada sosok seorang Amirul Mu'minin Wahid..

Amirul Mu'minin Wahid yang akrab saya panggil bang amir atau bang mu'min ini emang punya segudang kenangan berarti dengan saya dan teman2.. entah itu kenangan di fakultas, ataupun kenangan di UKM Bahasa-FLAT.. yap, beliau adalah ketua umum ke 10 organisasi yg orang bilang kumpulan anak2 yg jago bahasa asing ini.. kenangan saya dengan beliau di fakultas emang gak banyak, yg banyak itu di FLAT.. :D :D, dan berikut akan saya coba uraikan satu persatu :)


ini foto bang amir lg raker kepengurusannya.. kasian banget udah keliatan cuapeeee, begadang semaleman.. hahaha.. semasa kepengurusan bang amir, buat saya FLAT hampir mencapai kesempurnaan.. buat saya bang amir adalah sosok pemimpin yang sempurna, ditengah kegundah gulanaan dia yang harus tertunda wisudanya harusnya di Oktober 2010, dia harus merelakan teman-teman seangkatan dia lebih dulu di wisuda, hingga pada akhirnya dia di wisuda pada Januari 2011, dan hal yang harus diketahui adalah, beliau merupakan satu-satu dan ketua umum UKM pertama yang di wisuda ketika menjabat selama masa bakti nya masih berlangsung... buat saya keputusan bang mu'min untuk mau menjadi ketua umum sebuah organisasi kampus ketika teman-temannya yang lain sibuk menata masa depan membicarakan tentang rencana meniti karier atau melanjukan sekolah, merupakan suatu hal yang sangat luar biasa menginspirasi...









foto yang ini waktu bang mu'min lagi jadi panitia propesanya mahasiswa baru... hahaha, tetep kharismatik emang... dan foto ini juga yang dijadiin foto ketum untuk di pajang di sekret :)














ini waktu lagi liat konsernya band apaaaa gitu saya lupa pokoknya yang musiknya itu memadukan berbagai musik Islami sama musik2 lain, kreatif dan unik memang.. sampe bikin bang mu'min mau foto, padahal mah perasaan gantengan bang mu'min daripada personel band ini.. hahaha








walaupun fotonya ngeblur, tapi tetep keliatan kan yaa, badannya bang mu'min, klo ini wkt acara kenduri Ramadhannya forum UKM, kita menyantuni anaka yatim, trus semua ketum UKM diminta untuk maju bersalaman sama anak-anak yatim.. dan pastinya adalah ketum UKM Bahasa-FLAT yang paling ganteng.. wehehehe







klo foto yang ini adalah waktu sii kokoo wandy lagi mnt bang mu'min kerjain tugas bahasa arabnya sii kokoo krn nilai bahasa arab dia gak lulus-lulus.. padahal baru ke sekret lagi setelah kerja selama 1 minggu, ehh sekalinya dateng langsung dimintain tolong.. dan bukan seorang bang mu'min klo menolak orang yang minta tolong.. alhasil, sii kokoo mijetin bang mu'min biar hasilnya maksimal kali yaa.. hahaha







gak cuma suka membantu, bang mu'min juga suka narsis orangnya.. nah, gaya foto yang paling khas dari bang mu'min klo lagi narsis adalah "gaya bezita" hahaha.. gaya ini terinspirasi dari tokoh kartun dragon ball yang dengan muka sangar sambil wajah tertunduk gak jelas... bang mu'min juga suka bilang "LET'S ROCK !!!" hehe


Idealisme seorang bang mu'min, akhlak, nasehat, candaan, dan perilakunya buat saya merupakan suri teladan yang baik...  sosok kepemimpinan beliau juga menginspirasi banget... ketika gelar sarjana psikologi sudah di embannya, amanah ketua umum UKM Bahasa-FLAT masih dipundaknya, permintaan kiyai beliau yang meminta ia menjadi mudaris untuk tetap berada di pesantren luhur darussunnah ia penuhi, ia tetap bekerja sebagai staff HRD di salah satu perusahaan outsourcing, segudang kegiatan dan kesibukan nya itu tetap seimbang ia jalani... saya jadi teringat ketika ia yang sedang capek penuh peluh keringat sepulang ngantor, ia masih tetap menyempatkan dirinya ke "rumah kedua" kami "sekret" untuk hanya sekedar menengok kami adik-adiknya sambil membawa sebungkus "gorengan" yang kemudian kami makan bersama sambil berceloteh senda gurau atau diiringin "curhat colongan" dari masing-masing kami.. tak pernah sedikitpun saya melihat beliau lelah mendengarkan aduan kami, beliau tetap menjaga stabilitas "mood" nya, dan hal ini yang paling saya kagumi dari sosoknya, sebab saya tak pernah dapat melakukan sebaik apa yang dilakukan seorang bang mu'min... buat saya bang mu'min memberikan saya pelajaran tentang bagaimana kita mencintai secara tulus seorang pemimpin... baru kali ini saya merasa mencintai pemimpin saya sendiri... how inspiring he is !!!

begitu banyak kenangan indah saya dan teman-teman saya yang lain bersama bang mu'min, mungkin satu blok inipun tak cukup kiranya jika saya menguraikannya satu demi satu.. serta dari seorang bang mu'min lah, saya dapat memaafkan dan menerima ayah kandung saya sebagai ayah saya seutuhnya, tanpa dendam ataupun kebencian, terimakasih bang mu'min, atas terapi forgiveness nya :)

tapi sekarang keadaannya sudah mulai berbeda ketika hari itu tiba, kemarin 15 Juli 2012, bang mu'min telah resmi menjadi seorang suami dari perempuan yang menurut saya sangat beruntung karena disunting oleh seorang bang mu'min... ada sedikit perasaan kekhawatiran dalam hati saya yang mungkin juga dirasakan oleh teman-teman saya yang lain, "apakah ia, kami masih bisa menjalin kedekatan emosi sedekat dulu ketika bang mu'min masih lajang ???"... karena buat saya, sudah akan menjadi berbeda ketika seseorang sudah menikah, ada jarak dan kecanggungan sendiri ketika berhadapan dengan orang lain ataupun lawan jenis, itu pasti ada... akhirnya muncul ketakutan, bahwa "bang mu'min masih abang kita gak yaa ???" hahahah.. terkesan pikiran anak kecil memang, tapi itu lah posisi dan kedudukan yang berharga dan istimewa seorang bang mu'min untuk kami adik-adiknya di FLAT...




jujur, airmata pun tak dapat saya bendung ketika saya mengucapkan selamat kepada beliau saat melihatnya dipelaminan, tak tahu sebenarnya perasaan apa yang ada dibenak saya waktu itu, perasaan haru dan bangga melihat abang saya denga gagah dan tampan, serta dengan senyum ciri khas nya pun terekam tak pernah mati dalam ingatan saya, hingga ketika saya menuliskan ini... tetapi apapun keadaannya, buat saya melihat bang mu'min bahagia adalah kebahagiaan saya juga...





Happy Wedding bang mu'min dan mba tiwi :)
semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah, amiiin.. serta semoga keberkahan selalu  mengiringi perjalanan kalian berdua, dan semoga juga cepat dapet momongan yaa.. biar nanti kita punya keponakan di sekret :D :D :D

NB : kalo ke sekret nanti, jangan lupa tetep bawa gorengan yaaa, hahaha... piss*

WE LOVE YOU BANG MU"MIN :)

That's all about my fear

01 Oktober 2010 (011022010)
tanggal yang bagus yaa ?? begitu kalimat yang "dia" ucapin ketika sudah ada keyakinan akan menjalin komitmen dengan saya untuk hubungan kedekatan antar dua insan yang lebih intim dan hangat... saya meyakini, sebelum tanggal ini pun sebenarnya rasa dan asa itu sudah ada, tapi dia dan saya "kami" tidak bodoh untuk mengambil sebuah keputusan, kami tidak ingin kejadian yang sudah kembali terulang, kejadian dimana kami mencoba untuk "mencintai apa yang tidak kami sukai"... enam bulan kami menjalani masa-masa untuk penekanan apa yang kami yakini adalah benar... fix, tanggal itu menjadi tanggal jadian kami ^_^



hari ini, ketika saya menuliskan apa yang sudah kami jalani selama kurang lebih 2 tahun bersama dalam hubungan ini... sudah terlalu banyak hal indah yang kami lewati bersama... susah senang, baik buruk, menyenangkan menyedihkan, kesal marah sebal bosan, tertawa menangis, sudah terlalu banyak kenangan itu kami lalui bersama... hingga tak sampai hati saya melupakan semua yang saya rasa paling indah... indah untuk terlalu singkat dipisahkan begitu saja karena keadaan yang sebenarnya bisa kami kendalikan, bukan kami yang dikendalikan oleh keadaan...

saya dan dia, kami memang saling mencintai, apapun yang terbaik untuk dia ataupun untuk saya, akan kami dukung sepenuhnya.... tetapi memang yang kami inginkan selalu bersama, bukan untuk dipisahkan karena ruang, jarak, dan waktu karena tuntutan keadaan... buat saya kehadiran kami satu sama lain adalah untuk saling menguatkan kondisi masing-masing yang memang penuh kekurangan... tak sampai hati jika saya harus membayangkan menjaga hubungan ini jika harus dipisahkan oleh keadaan yang TOLONG, sebenarnya ini semua bisa kita kontrol bersama... asalkan memang satu sama lain diantara kami bisa saling menguatkan bahwa, Everything's will gonna be alright if we are as always TOGETHER my darl ^_^

posisi saya dalam kehidupan dia memang belum kuat, belum ada ikatan resmi yang di akui oleh negara dan agama untuk melegitimasi kebersamaan kami agar dapat diterima oleh lingkungan sosial kami, tapi akankah kita memang benar-benar harus berpisah hanya karena keadaan ini ??? saya yang memang berangkat dari kedudukan anak bungsu dalam keluarga saya sangat terkesan egois disini... tapi apakah keegoisan ini bisa anda semua wajarkan dan maklumi ketika memang saya menjadi egois karena saya mengkhawatirkan kondisi dia yang harus berjauhan dengan saya...

*siapa yang ngurusin kamu ???
*siapa yang pijetin kamu kalo nanti kamu cape ???
*siapa yang nanti bakal kontrol pengobatan kamu ???
*siapa yang nanti perhatiin semua kebutuhan kamu ???

kemudian timbul juga kekhawatiran akan kondisi saya disini ketika nanti tak ada sosok "dia" disamping saya...

*siapa yang nguatin aku kalo aku lagi galau ???
*siapa yang bisa menghibur aku kalo aku lagi penat ???
*siapa yang anterin aku ???

aaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrghhhh, saya itu gak mau berjauhan sama kamu !!!
itu ajah, aku gak minta apa-apa dari kamu, aku cuma minta kamu ada sama aku disini, kita bangun semuanya bareng-bareng dari sini, dari 0, dari kebersamaan kita, yang memang saling menguatkan keadaan satu sama lain...

tapi, kondisi ini memang tak dapat saya kendalikan ketika semua ini dikembalikan lagi pada posisi dan kedudukan saya dengan posisi dan kedudukan orang-orang lain yang kuat posisi nya dalam kehidupannya saat ini... kedewasaan saya pun muncul ketika memang semua ini harus memaksa saya dan dia untuk mengikuti alur ini, kami mengikuti mereka yang berpengaruh untuk dipisahkan, saya harus mempersiapkan diri saya untuk ini, saya harus siap mengahadapi semua ini, saya juga harus siap untuk hal-hal lain yang mungkin bisa lebih meyakitkan dari ini, karena saya hukum wajib yang ada di dunia ini adalah, ketika ada pertemuan pasti ada perpisahan.. that's what i think, and that's my fear...


sekali lagi Hidup itu memang untuk menghidupi dan menghidupkan kehidupan, sekalipun keadaan kehidupan itu sendiri menuntut kita untuk "kejam" terhadap penghidupan perasaan diri sendiri...

but I still Loving You as always, I do LOVE YOU, My SUPERBOY :* 

Sabtu, 23 Juni 2012

ciri-ciri orang udik yg culture shock

apa itu orang udik yang culture shock ???
sepintas frase ini agak terlihat ngejelimet atau bahkan cenderung disesuai dengan EYD, yaa mohon dimaafkan saja apabila ini memang tidak sesuai EYD, mungkin ketika setelah ini saya jabarkan maksudnya akan lebih jelas maksudnya... langsung ajh bree !!! orang udik yang culture shock adalah seseorang atau sekelompok orang yang datang dari kampung atau desa antah berantah yang mana suatu ketika mereka masuk, singgah, atau tinggal untuk beberapa waktu di kota yang lumayan megah, dimana kota ini memiliki sejuta pesona, keindahan, dan kemegahan mulai dari fasilitas, tata kota, gaya hidup, sampe cara bergaul, kemudian sii udik ini belum pernah tau, melihat, atau merasakan hal-hal ini sebelumnya.

next, sii udik ini kemudian menjalin hari demi hari dia di kota yang lumayan gede ini... kemudian karena dia baru tau nih, klo ternyata di muka bumi ini ada yang model-model kehidupan kayak gini, trus dia langsung deh tuh yaa menunjukan jati diri yang sesungguhnya alias keluar deh tuh udiknya manusia kayak apa... dan berikut adalah hasil pengamatan gue tentang perilaku-perilaku sii udik yang menunujukan culture shocknya :

1. kalo dia jalan, kemanapun itu, pasti langsung update status lagi dimana dan sama siapa... tapi biasanya yang dia update-in itu adalah tempat-tempat yang lumayan lux kayak tempat makan, mall, ataupun tempat-tempat lain yang keliatan agak bagusan dikit... hal ini biasa dilakukan sama dia buat mempublikasikan ke semua orang biar tau, kalo dia lagi jalan-jalan nih ke tempat-tempat lux... biar orang pada tau "nih, gue nih orang kota lho !!! buktinya gue kesana dan kesini, keliling kota liat tempat-tempat mewah... it's mean ; klo menurut gue sii yaa, emangnya penting banget yaa lu ada dimana trus semua orang harus tau gitu ??? baru juga ke mall atau tempat makan asik, apalagi klo ke istana presiden, bisa minta diumumin di setiap masjid kali yaa kayak orang meninggal... ahahahhaha !!! so damn it laa, pusing gue baca status orang-orang yang super norak kayak begitu... dan yang lebih bikin gue bete nya lagi adalah mereka adalah orang-orang yang gue kenal... jadi klo gue mau ngeremove ituh manusia-manusia, yaa gak enak juga laa yaa... jadi mau gak mau gue tetap menerima makhluk itu sebagai salah satu dari sekian teman yang ada di list gue...

2. trus nih yaa klo dia udah update status tuh makhluk ada dimana, langsung deh dia upload itu foto-foto hasil dia berudik-udik ria ke jejaring sosial nya dia beberapa hari kemudian... maksudnya mungkin untuk menunjukan bukti otentik klo dia beneran jalan ke tempat-tempat tadi, gue siiii.. ngakak ajah liatnya cuy !!!

3. yang bikin gue males ketika liat timeline gue adalah foto-foto nya itu lhoooooo, AllahuAkbar deh yaa... really, seriusan sangat menunjukan keudikannya itu !!! ampun deh cuy !!! pose nya nih yaa, gak jauh-jauh dari depan kaca kamar mandi, depan kaca-kaca gede yang bisa memantulkan bayangan dia sepenuhnya, di depan tempat yang angel nya lumayan bagus kayak depan toko laa, depan dept. store laa, atau bahkan cuma depan papan tulisan nama tempatnya... zzzzzz, udah gak paham lagi deh gue sama yang ini nih, penting banget yaa emangnya ??? -_________-"

4.  trus kenyataannya adalah dia ke mall atau ke tempat-tempat lux adalah gak jauh-jauh dari cuma liat-liat doang, jalan-jalan, sama biar tau ajah.. padahal beli barang dari situ mah engga !!! udah gitu nih klo dia makan ke tempat makan, gak jauh-jauh menu yang dipesan adalah menu paketan yang paling murah... jadi semuanya jelas terlihat klo kepentingan sii udik itu kesana kesini melanglang buana dikota besar ini hanyalah untuk hunting foto atau cuma sekedar update status yang biar bisa nunjukin klo sii udik ini sudah mulai bisa mengikuti pergaulan orang kota....

udah kelakuan udik, foto udik, wuiiiih, semuanya deh !!! gue ajh nih yang baca sama liatnya malu cuy !!! dia gak sadar kali yaa -_______-" kasian... kasian... kasian...
klo emang udik mah, udik aja... gak perlu sok-sok'an ngikutin... shock culture kan tuh jadinyaaa -___-" biasa dan santai ajh mba bro dan mas bro !!!

Rabu, 13 Juni 2012

Kebahagiaan Mahasiswa Asrama

buat saya ketika saya harus berada dalam peran saya sebagai mahasiswa yang wajib asrama sampai saya lulus kuliah dan mungkin ini juga menjadi kebahagiaan tersendiri yang cukup menarik dan mungkin memang bisa dirasakan dengan mahasiswa asrama yang lainnya adalah :

kita mulai bahagia ketika kehidupan di mumpuni dengan banyaknya kata "PENUH" :
  • saya merasa bahagia ketika melihat lemari saya sudah "PENUH" dengan baju-baju yang tersusun dengan rapi dan siap pakai it's means saya gak ada punya hutang cucian ataupun setrikaan alias gak ada tuh yang namanya cucian kotor numpuk di ember balkon kamar, atau harus tidur bersama dengan lautan baju-baju yang wangi downy diatas kasur, GOD, Thanks !!! gue happy banget sama keadaan yang kayak gini. gue bisa pake baju apapun yang ada di lemari saat itu :D :D
  • saya merasa bahagia ketika melihat "PENUH" nya tembok kamar dengan notes-notes deadline tugas itu sudah bersih dan berganti dengan notes-notes yang biasanya berisi tentang what i want and what will i do atau notes-notes yang hanya berisi qoutes ciamik yang biasanya baru saya dapatkan dari berbagai sumber. nah, keadaan model begini nih, mempunyai makna bahwasanya tugas kuliah yang biasa seabrek-abrek dan ngajak berantem tengah malam itu sudah saya selesaikan dengan baik dan tinggal menunggu hasilnya saja. hasilnya Alhamdulillah, gak jauh deh dari rantangan bobot A-B.. hehe
  • yang ketiga ini nih, adalah hal yang paling membahagiakan beneran bisa bikin hati jadi paling damai sentosa gemah lipah lhok junawi, yaitu ketika melihat dompet "PENUH" sama lembaran kertas berwarna merah menyala yang ada gambar bung karno dan bung hatta, dan biasanya si lembaran merah ajaib yang bisa buat nuker sama barang-barang yang senilai harganya ini, ditemani oleh si lembaran biru yang damai atau lembaran hijau yang menyejukan.. sumpah demi apapun pokoknya keadaan yang begini nih, beneran bisa bikin mood jadi lebih semangat buat belajar karena ada suntikan dari si merah tetapi tetap damai karena ada penenang si biru dan berasa adem sama si hijau.. sederhananya adalah keadaan yang kayak gini adalah keadaan dimana dompet saya penuh dan finansial aman :D :D
  • atau keadaan lain yang gak kalah ciamiknya adalah ketika melihat lemari persediaan pangan dan logistik itu "PENUH" sama deterjen, pewangi dan pelembut pakaian, sabun mandi, pasta gigi, tissue, lotion, pokoknya semua perabot lenongnya ibu-ibu.. wah, ini juga beneran bikin hati damai karena gak perlu mikirin harus belanja bulanan :D :D
  • dan keadaan yang lain yang paling khusus cuma buat mahasiswa asrama yang dibiayai oleh negara adalah ketika inbox hape itu "PENUH" sama yang namanya sms jarkom kklo uang saku sudah turun dan bisa langsung diambil ke bagian kemahasiswaan... waaaah, super bonus banget deh sense yang ini nih, gak bisa diungkapkan banget.. :D :D
dan saya memposting ini adalah sebenarnya ketika saya berada dalam keadaan sebaliknya, oke fix gue kangen banget sense-sense yang diatas !

#ditengah lalu lalang tumpukan buku referensi dan tugas - persiapan perang menjelang Ujian Akhir Semester 6#

Senin, 11 Juni 2012

Losing My Mine

don't know what to say, but i feel losing my mine...





















but, i still enjoyed my life :D :D :D

Minggu, 29 April 2012

Penghidupan yang "Baik"

"hidup itu pilihan" setiap tindakan yang akan kita lakukan pasti sebelumnya harus dibenturkan dulu dengan apa yang dikatakan dengan "pilihan". pilihan menjadi orang jahat atau orang baik, menjadi muslim atau non muslim, menjadi kaya atau miskin, menjadi pembelajar atau pekerja, menjadi orang jujur atau pendusta, menjadi idealis atau penjilat, dan masih banyak menjadi menjadi yang lainnya, yang memang biasanya atau bahkan dapat dikatakan "pasti" selalu berkaitan dengan dua hal yang berlawanan, yang satu sifatnya cenderung positif, sedangkan yang lainnya sifatnya cenderung negatif. tiba-tiba saya menjadi teringat tentang kata-kata yang pernah ayah saya ceritakan mengenai nasehat dari laki-laki yang telah merawatnya dari kecil hingga dewasa yang merupakan kakek angkat saya, waktu itu ayah menceritakan tentang nasehatnya ini ketika seisi rumah sedang terpukul perihal perkawinan kakak laki-laki saya dengan seorang wanita khatolik, kira-kira begini nasehatnya "jika mau menjadi Muslim, jadilah muslim yang baik. tapi jika mau jadi Kristen, jadilah Kristen yang baik". terhenyak saya dalam pemikiran dan analisa yang terus menari-nari dalam pemikiran saya.

dalam pandangan beberapa orang muslim, mungkin nasehat seorang bapak seperti ini, agak rancu terdengarnya, sebab dapat menimbulkan penafsiran yang amat bervariasi, bahkan akan cenderung menimbulkan pandangan yang buruk, karena dari pernyataan ini seolah-olah melegalkan orang untuk beragama diluar non Islam. namun, saya secara pribadi menanggapinya berbeda. buat saya, nasehat ini merupakan suatu pandangan hidup yang menjelaskan bahwa bagaimana kita, apapun kita, dalam keadaan serumit atau senista apapun kala itu, maka yang harus tetap ditanamkan adalah "kita harus tetap menjadi seorang yang baik". baik memang sangat luas maknanya, mungkin jika saya menjelaskan tentang kebaikan dalam satu entri pada blog ini pun tak cukup karakternya, tetapi saya memiliki analisa dari sisi yang lain tentang "baik" ini, berkenaan dengan berbagai kejadian yang tengah saya hadapi sekarang dalam kehidupan ini.

memang jelas, orang tua saya entah ayah atau mama saya yang secara bersinergi selalu menanamkan nilai-nilai moral tentang kebaikan, tentang bagaimana saya harus selalu bersikap baik kepada orang lain, tentang bagaimana saya harus selalu dalam keadaan baik, tentang bagaimana saya harus hidup dalam semua aspek kehidupan yang baik-baik. sudah sangatlah melekat nilai-nilai kebaikan yang telah diinternalisasi oleh kedua orang tua saya itu kedalam diri saya, sehingga saya pun mempunyai anggapan bahwa, seburuk apapun orang lain bersikap kepada saya, sejahat apapun orang lain kepada saya, sesulit apapun keadaan diri saya sendiri, saya tetap harus bersikap baik kepada siapa saja yang ada disekitar saya. namun, yang menjadi suatu titik kejanggalan hati saya saat ini adalah ketika bagaimana hati ini harus selalu diselaraskan dengan kenyataan pandangan orang lain yang selalu salah tafsir kepada semua hal yang saya anggap merupakan salah satu tujuan kebaikan untuk "dia" atau "mereka".

selalu, ada saja pandangan atau anggapan yang buruk tentang semua yang saya lakukan. dan jelas secara tidak langsung, disadari ataupun tidak, ini menjadi suatu reinforcement negatif untuk diri saya sendiri. terkadanga pikiran pendek pun terlintas dalam otak saya, sehingga sempat beberapa kali, saya merasa jenuh dan seolah tak berguna kemudian berpikir "lebih baik tidak menjadi orang baik sekalian, daripada saya mencoba untuk baik tetapi dipandang mempunyai tujuan yang negatif kepada orang lain". hmmm, mungkin ini yang dikatakan ujian ketika seseorang mau atau sedang berbuat baik, kira-kira pikiran positif inilah yang selalu dapat menenangkan hati saya yang tengah berkecamuk dengan lingkungan.

seperti ketika saya berhadapan dengan laki-laki yang selama kurang lebih dua tahun mengisi hati dan kehidupan saya. dimana saya yang memang terkadang terlihat berlebihan bersikap kepada dia, terlihat cerewet, terlihat banyak mengatur, dan terlihat banyak ikut campur dalam kehidupan pribadinya ini, menjadi sangat negatif dipandangnya entah itu oleh orang lain, oleh keluarganya sendiri, ataupun mungkin oleh dia juga. padahal, sejujurnya tak ada niat sedikit pun dari hati saya untuk menjadi begini begitu kepada dia yang cenderung dapat menimbulkan anggapan yang buruk kepada diri saya secara pribadi.

saya yang terkesan cerewet dengan pola hidupnya, dengan pola makan, pola tidur, itu tak lain bukan karena saya ingin mengatur apalagi menguasai dirinya secara pribadi, tetapi hal tersebut semata-mata saya lakukan karena saya sangat mengkhawatirkan kondisi fisikinya yang lemah, sistem imun yang tidak kuat, ditambah lagi karena dia mempunyai penyakit dalam yang cukup serius. tak ada niat sedikitpun dari hati saya untuk mendominasi dan mengatur kehidupannya. toh, itu memang belum menjadi hak saya sekarang, sebab saat ini status kami memang masih "berpacaran" beda hal ketika saya sudah menjadi istrinya kelak. tetapi, untuk saat ini saya merasa mempunyai kewajiban untuk membenahi kehidupannya yang terkadang "tidak beres" terutama dari pola hidupnya, yakni pola makan dan pola tidur. "saya hanya ingin kamu sembuh, saya hanya ingin kamu hidup sehat seperti orang lain tanpa harus mengidap penyakit dalam yang jika tidak ditangani serius dari sekarang, maka akan menjadi suatu masalah yang sangat besar dikemudian hari". supaya nanti kedepannya entah konteks nya kita masih bersama atau tidak, kamu tetap dapat menjalani kehidupan ini dengan baik, dengan raga yang sehat, dan pastinya dengan kehidupan yang lebih baik dari apapun yang sudah kamu dapatkan sebelumnya.

namun, terkadang dia tak dapat menangkap maksud saya ini dengan baik. terkadang yang ada kami bertengkar, kesal-kesalan atau marah untuk hal yang rumit bahkan terkadang sepele. jujur, bukan hal seperti ini yang saya inginkan, bukan hal seperti itu yang saya maksud, dan sebenarnya yang paling menjadi hal yang begitu menyakitkan bagi saya adalah ketika secara tidak langsung, sadar ataupun tidak, dia secara verbal telah menyakiti hati saya, dengan kata-katanya yang sederhana itu. ini semua hanya sebatas niat baik saya untuk mengukir penghidupan yang lebih baik untuk dia kedepannya. tetapi, dia menangkapnya berbeda.

ini yang membuat saya menjadi terkadang jenuh dengan semua hal yang berkaitan dengan kebaikan. hal-hal yang saya berikan kepada lingkungan sosial saya, terkadang bahkan seringnya itu sebenarnya saya hadirkan dengan maksud yang baik dibaliknya, namun acapkali dinilai negatif oleh lingkungan itu sendiri. lalu, salahkah sikap saya selama ini ???

saya hanya ingin menjadi orang baik, seperti apa yang telah ditanamkan oleh orang tua saya, seperti apa yang diharapkan orang tua saya dan keluarga saya. saya hanya menginginkan respon yang positif dari lingkungan agar saya dapat menguatkan perilaku-perilaku yang saya niatkan untuk kebaikan ini. jika tidak suka, katakan bagian yang mana yang dianggap menjadi penilaian negatif bagi "kamu" atau "kalian", tak selamanya saya dapat berpikir jernih, tak selamanya saya dapat selalu mengambil nilai positif dari setiap apa-apa yang saya terima. adakalanya saya bisa merasa kecewa...

#ditengah hiruk-pikuk 7 bahan bacaan psikologi klinis dan 5 bacaan psikologi lintas budaya untuk menghadapi UTS pagi dan siang hari ini...*

Kamis, 12 April 2012

Rindu Masa-masa ini





ketika saya berada pada titik jenuh dalam dunia perkuliahan dan rutinitas sosial nya di keseharian saya, saya selalu merindukan masa-masa ini, masa dimana saya merasa beban yang harus saya pikul itu terasa ringan karena saya merasa dalam zona yang membuat saya nyaman, padahal sebenarnya untuk orang kebanyakan, itu merupakan zona yang memusingkan.. haha, tapi saya sangat menikmati hal itu :)












adan, rida, bu aminah, reisa, siti, rayinda, dan yg satu paling terakhir saya lupaaaaa.. hahaha, maaf yaa de, saya bukan penghapal nama yang baik...









entah mengapa klo badan gendhut itu bawaan dari SMA, haha.. tapi kayaknya cantikan waktu SMA.. ehehhe













ini waktu olimpiade ekonomi akuntansi di BEI (Bursa Efek Indonesia) yang dulunya Bursa Efek Jakarta...












waktu kemah kerja ilmiah di Anyer, untuk observasi Laut Anyer... lebih kayak anak ilang sii sepertinya.. hahhaa, kangen adit, muhani, fu'ad, darman :D :D







kangen kalian semua guys,  pengen kumpul lagi ahh yuk, tancaaaap :D :D
tapi jujur sejujur-jujurnya, saya kangen banget sama si sahabat mungil saya yang satu ini, sahabat terbaik saya, MUHANI KARINTA... my ntaaa, dimanakah sekarang kau berada nta ??? saya sangat merindukan sosok dirimu yang selalu mendukung saya... saya kehilangan seorang sosok muhani, ketika kami lulus, benar-benar lost contact dan sulit sekali untuk dideteksi dimana sebenarnya dia berada saat ini... huaaaaaaaa, sediiiiih T________T