Minggu, 25 Maret 2012

Pandangan Objektif

objektif adalah suatu kata yang amat luas untuk diartikan, mungkin walaupun sambil kita menyusuri jalan (Anyer sampai Panarukan) yang dibuat jendral Cournelis De Houtmen pada masa kolonial Belanda sekalipun  tak akan habis kita kupas arti kata yang satu ini. haha, LEBAY !!! but seriously, kali ini saya akan mencoba membumikan sedikit kata yang satu ini, 

baiklah, saya akan mencoba melakukan pengandaian terlebih dahulu (padahal bingung mau mulai dari mana, haha) seandainya saja semua orang bisa memandang objektif kepada semua orang, tanpa pernah memandang dia siapa saya, mereka siapa saya, dia siapa kita, atau mereka siapa kita. dia atau mereka benar maupun salah. semua dipandang berdasarkan kenyataan dan realita yang terjadi seutuhnya di lapangan. yang saya sering jumpai di beberapa kasus adalah ketika seseorang atau sekelompok orang melakukan kesalahan, pembenaran, atau pun hal-hal yang sifatnya memalukan dirinya sendiri, keluarga, maupun kelompok dari mana dia berasal, orang-orang di sekitarnya entah itu keluarga atau pun orang terdekat lainnya yang sekiranya mengenal dia, itu cenderung akan mempositifkan perilakunya tersebut. padahal secara hukum, norma agama, dan norma adat pun tak ada satu pun yang membenarkan perilaku itu.

mempositifkan, ya entah itu mencoba memberikan statment yang cenderung bersifat apologi atau pembenaran diri, mencoba memaklumi perilaku tersebut, atau cari lain untuk tetap dalam posisi aman adalah dengan mengabaikan perilaku buruk orang yang dia kenal itu, "cuek, menutup mata, seolah tidak ada kejadian seperti itu yang terjadi pada orang terdekatnya tersebut". padahal jelas-jelas nyata, dan terang kalau orang terdekatnya tersebut melakukan kesalahan. dari mana kita bisa melihat hal ini benar ?? yaa, dari bukti lapangannya, dari "orang lain" disekitarnya yang secara sadar benar-benar mengetahui duduk perkaranya seperti apa, dan yang pasti ya tidak ada unsur atau niatan untuk menjatuhkan orang tersebut. ini memang alami, nyata, terjadi karena kesalahan yang dibuat orang tersebut.

entah apa yang  membuat orang terkadang tidak dapat berlaku objektif kepada semua orang, tapi yang saya amati selama ini adalah mungkin dia ingin menjaga orang itu karena dia adalah bagian dari keluarga atau kelompoknya, yang berarti jika anda melukai, menyakiti, atau menghina dia, ini sama saja melukai, menyakiti, dan menghina saya. atau hal lainnya yang menjadi faktor seseorang acap kali tidak dapat berlaku objektif kepada semua orang adalah karena dia menjaga nama baik, martabat, dan posisi keluarga atau kelompoknya yang lain tersebut. rumit, memang, tapi sebenarnya TIDAK!!! semua sebenarnya sederhana, tidak serumit apa yang terjadi jika menjadi tameng disana-sini atau melindungi si anu dan si dia, dan seterusnya da seterusnya. semuanya sederhana bung !!! sesederhana ketika kita dapat berLEGOWO mengakui kalau hal yang dilakukan orang yang dekat atau kita kenal itu adalah perilaku yang tidak pernah dibenarkan oleh hukum, norma agama, bahkan norma adat sekalipun. tanpa memberikan sedikitpun pembelaan diri, pemakluman, apalagi pembenaran.


kita telisik jika semua orang terus tidak dapat berpandangan objektif kepada semua kesalahan yang dilakukan orang-orang terdekatnya ini. begini yaa, ketika kita mempositifkan perilaku yang tidak dapat dibenarkan oleh hukum dan norma, dengan alasan karena orang yang berperilaku tersebut adalah orang yang dekat dengan kita keluarga atau bagian kelompok, maka tak akan ada yang menjamin orang itu tidak akan melakukan hal ini kembali, sekalipun misalnya jika dibelakang orang lain, orang tersebut akan memarahi si pelaku. membela diluar, menyalahkan didalam. ini tetap tidak baik, karena secara tidak langsung dan tanpa disadari kita telah memberikan penguat pada perilakunya yang salah itu. kenapa saya katakan "penguatan", karena orang tersebut akan merasa bakalan terus aman sekali pun ia mengulangi perilaku negatif itu, sebab ada akan ada yang membela dirinya dikemudian hari pikirnya. coba kita bandingkan jika kita dapat berperilaku objektif disemua tempat. kita akan tetap menyalahkan hal itu didepan atau dibelakang orang lain, ini akan memberikan pengkondisian kepadanya bahwa hal tersebut merupakan yang salah, saya malu, dan saya tidak akan mengulanginya kembali, karena saya merasa terancam, tak ada satu pun yang dapat membenarkan perilaku saya ini apapun keadaanya.

sepertinya agak ngaco dan tidak beraturan alur dari tulisan ini, tetapi yang jelas ini mengalir... hmmmm
*ditengah lalu lalang hening malam, saya menuju 21 tahun yang lebih matang dan mandiri !!! haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

isilah komentar dengan pernyataan yang jujur dari lubuk sanubari hati anda yang terdalam tanpa ada intervensi dari pihak manapun <3