Kamis, 29 Maret 2012

si "BARU"

kami baru lho kakaa, umur kami baru 4 bulan di "rumah" ini, kami belum tau apa-apa sepenuhnya, kami juga masih merangkak, belum bisa berdiri tegak sendiri seperti kakaa-kakaa, belum bisa punya inisiatif untuk cari makan sendiri, kami masih butuh bimbingan sana-sini dari kakaa-kakaa semua, kami juga belum dapat sepenuhnya berbaur dengan kakaa-kakaa, bukannya sombong atau tidak sopan, tapi kami masih segan untuk bisa benar-benar menyatu dengan kakaa-kakaa. terkadang kami merasa sungkan, atau bahkan kami merasa masih kurang pantas untuk dapat bersatu dengan kakaa-kakaa yang kami dewakan pengalamannya. 

kami juga masih meraba-raba untuk melakukan apa yang seharusnya kami lakukan di "rumah" ini, masih bingung kami ini harus bagaimana ketika hendak disana, masih bingung harus melakukan apa, masih kurang inisiatif, masih banyak "bodoh" nya, masih amat sangat perlu bimbingan. terkadang kami merasa lebih baik disuruh ini dan itu untuk melakukan sesuatu daripada kami harus berpikir sendiri. karena kami masih merasa banyak melakukan kesalahan nantinya, jadi kami terkadang berpikir lebih baik diam atau menunggu disuruh daripada melakukan ini itu atas dasar peritah tapi benar ketimbang keinginan diri sendiri tetapi salah pada akhirnya. kami takut nantinya ini akan menimbulkan perasaan jera jika kami akan melakukan apa-apa dikemudian hari. kakaa, kami ini masih bayi, dan kami juga tidak langsung makan nasi, kami minta tolong kepada kakaa-kakaa untuk memahami hal ini yaa...

toh, kami yakin kakaa-kakaa pasti pernah ada diposisi kami, dan pastinya pernah merasakan hal yang sama seperti apa yang saya rasakan. lalu, yang kami lebih herankan lagi, kenapa kehadiran kami seolah menjadi hal yang buruk, karena adanya kami ini dianggap oleh beberapa orang dari kakaa-kakaa sebagai bahaya laten seperti PKI pada tahun '65, yang mana seolah kami ini akan menghancurkan idealisme dan "rumah" kakaa-kakaa. karena kami orang baru, jika ada barang-barang dirumah yang hilang, kakaa langsung curiga dengan kami si "BARU", walaupun tidak secara langsung berbicara kepada kami, tapi dari sindiran-sindirannya itu lho kakaa-kakaa yang buat hati kami jadi sedih dan merasa sbg kaum yang tertuduh. selanjutnya kami tidak pernah menginginkan merubah atmosfer "rumah" kakaa-kakaa yang sebelumnya terasa amat nyaman itu menjadi "rumah" yang sudah tak dapat lagi memberi kenyamanan dan kesejukan hati. tak ada niat sedikitpun dari kami untuk menjadikan hal ini terjadi.kami hanya ingin belajar kakaa-kakaa. tidak lebih, salah yaa kakaa ???

kami ini tengah berproses untuk dapat menjadi seperti kakaa-kakaa nantinya. kami juga punya cita-cita yang sama dengan kakaa-kakaa, ingin menjadikan "rumah" ini menjadi "rumah" yang akan terlihat lebih nyaman dan megah dari dalam ataupun luar "rumah" ini sendiri. bukan apologi, tapi hanya sekedar kegelisahan hati yang mulai sudah tidak nyaman dengan pandangan ini dan itu tentang kami. percayakan pada kami, proses ini sedang kami jalani, saat ini kami baru bisa makan bubur, belum bisa makan nasi, yang sabar yaa kakaa merawat kami si "BARU" yang suka merepotkan dan menjengkelkan kakaa-kan akaa ini. tapi yang jelas kami semua sayang kakaa-kakaa sekalian :*

beri kami waktu yaa kakaa, kami akan tunjukan, maafkan jika proses ini lama dan membuat kakaa-kakaa menjadi gerah atau mulai tidak sabar lagi :)

*saya ibu, yang mencoba membumikan bahasa kalbu anak-anak saya si "BARU"

Rabu, 28 Maret 2012

Riweuh "psikologi '09"

ketika kita berbicara tentang komunitas yang pertama kali ditransformasikan oleh neurotransmitter dalam sistem kognitif kita adalah suatu paradigma tentang sekelompok orang yang berada dalam suatu wadah yang sama, karena mempunyai tujuan yang sama, atau hanya ada kepentingan dari beberapa pihak saja. tak ada seorang pun yang dapat hadir pada suatu komunitas tanpa adanya kepentingan atau tujuan bersama. semua pasti ada maksudnya.. yaa, kalaupun ada sekelompok orang dalam satu tempat dan waktu yang sama, bukan komunitas namanya. kita sebut itu dengan kerumunan...

saat ini, saya hidup dalam beberapa komunitas, mulai dari lingkungan kelas, komunitas beasiswa, organisasi FLAT. saya senang berada disemua komunitas ini, karena banyak memberikan saya pengalaman tentang bagaimana hidup dalam lingkungan sosial, bagaimana harus berkomunikasi dengan banyak orang, dan bagaimana harus mencoba meredam ego state dalam diri untuk dapat menyesuaikan keinginan pribadi dengan keinginan kelompok, yang mana keinginan ini merupakan keinginan yang berbeda beda pula. keinginan yang datangnya juga dari orang-orang yang berbeda-beda.

komunitas kelas merupakan kumpulan orang yang berkumpul dalam wadah yang sama karena kami dikumpulkan oleh pihak akademik fakultas untuk menimba ilmu psikologi dari sumber yang sama. komunitas ini asik, rame, aktif, dan merupakan komunitas yang dapat saya katakan merupakan komunitas yang vulgar. mengapa saya katakan demikian ? sebab komunitas ini mempunyai personil yang amat blak-blakan dalam hal membicarakan "kasur" tak ada yang dapat membendung naluri kami, ketika salah seorang dari kami memancing kami dengan satu atau dua patah kata yang menjurus kesana, pasti akan langsung disambut dengan meriah penuh suka cita dan serta merta oleh yang lainnya. dan entah mengapa kami sangat menikmati bagian yang ini, entah naluri dari id kami, atau memang kami hobi. tapi satu hal yang saya sukai dari komunitas ini adalah personilnya yang rajin dan peduli dengan tugas-tugas kuliah, serta kompak. yaa, dibanding dengan komunitas lain yang sederajat dalam populasi yang menanungi beberapa komunitas, komunitas inilah yang paling kompak. penilaian ini bukan berdasarkan penilaian subjektif kami lho, tapi ini penilaian yang datang dari kamunitas yang lain. dan, kami si partikel kecil menyebut komunitas ini dengan nama "riweuh ...A" titik-titik ini kami isi dengan semester ke berapa kami tengah berada. SUPERB !!!

Minggu, 25 Maret 2012

Pandangan Objektif

objektif adalah suatu kata yang amat luas untuk diartikan, mungkin walaupun sambil kita menyusuri jalan (Anyer sampai Panarukan) yang dibuat jendral Cournelis De Houtmen pada masa kolonial Belanda sekalipun  tak akan habis kita kupas arti kata yang satu ini. haha, LEBAY !!! but seriously, kali ini saya akan mencoba membumikan sedikit kata yang satu ini, 

baiklah, saya akan mencoba melakukan pengandaian terlebih dahulu (padahal bingung mau mulai dari mana, haha) seandainya saja semua orang bisa memandang objektif kepada semua orang, tanpa pernah memandang dia siapa saya, mereka siapa saya, dia siapa kita, atau mereka siapa kita. dia atau mereka benar maupun salah. semua dipandang berdasarkan kenyataan dan realita yang terjadi seutuhnya di lapangan. yang saya sering jumpai di beberapa kasus adalah ketika seseorang atau sekelompok orang melakukan kesalahan, pembenaran, atau pun hal-hal yang sifatnya memalukan dirinya sendiri, keluarga, maupun kelompok dari mana dia berasal, orang-orang di sekitarnya entah itu keluarga atau pun orang terdekat lainnya yang sekiranya mengenal dia, itu cenderung akan mempositifkan perilakunya tersebut. padahal secara hukum, norma agama, dan norma adat pun tak ada satu pun yang membenarkan perilaku itu.

mempositifkan, ya entah itu mencoba memberikan statment yang cenderung bersifat apologi atau pembenaran diri, mencoba memaklumi perilaku tersebut, atau cari lain untuk tetap dalam posisi aman adalah dengan mengabaikan perilaku buruk orang yang dia kenal itu, "cuek, menutup mata, seolah tidak ada kejadian seperti itu yang terjadi pada orang terdekatnya tersebut". padahal jelas-jelas nyata, dan terang kalau orang terdekatnya tersebut melakukan kesalahan. dari mana kita bisa melihat hal ini benar ?? yaa, dari bukti lapangannya, dari "orang lain" disekitarnya yang secara sadar benar-benar mengetahui duduk perkaranya seperti apa, dan yang pasti ya tidak ada unsur atau niatan untuk menjatuhkan orang tersebut. ini memang alami, nyata, terjadi karena kesalahan yang dibuat orang tersebut.

entah apa yang  membuat orang terkadang tidak dapat berlaku objektif kepada semua orang, tapi yang saya amati selama ini adalah mungkin dia ingin menjaga orang itu karena dia adalah bagian dari keluarga atau kelompoknya, yang berarti jika anda melukai, menyakiti, atau menghina dia, ini sama saja melukai, menyakiti, dan menghina saya. atau hal lainnya yang menjadi faktor seseorang acap kali tidak dapat berlaku objektif kepada semua orang adalah karena dia menjaga nama baik, martabat, dan posisi keluarga atau kelompoknya yang lain tersebut. rumit, memang, tapi sebenarnya TIDAK!!! semua sebenarnya sederhana, tidak serumit apa yang terjadi jika menjadi tameng disana-sini atau melindungi si anu dan si dia, dan seterusnya da seterusnya. semuanya sederhana bung !!! sesederhana ketika kita dapat berLEGOWO mengakui kalau hal yang dilakukan orang yang dekat atau kita kenal itu adalah perilaku yang tidak pernah dibenarkan oleh hukum, norma agama, bahkan norma adat sekalipun. tanpa memberikan sedikitpun pembelaan diri, pemakluman, apalagi pembenaran.


kita telisik jika semua orang terus tidak dapat berpandangan objektif kepada semua kesalahan yang dilakukan orang-orang terdekatnya ini. begini yaa, ketika kita mempositifkan perilaku yang tidak dapat dibenarkan oleh hukum dan norma, dengan alasan karena orang yang berperilaku tersebut adalah orang yang dekat dengan kita keluarga atau bagian kelompok, maka tak akan ada yang menjamin orang itu tidak akan melakukan hal ini kembali, sekalipun misalnya jika dibelakang orang lain, orang tersebut akan memarahi si pelaku. membela diluar, menyalahkan didalam. ini tetap tidak baik, karena secara tidak langsung dan tanpa disadari kita telah memberikan penguat pada perilakunya yang salah itu. kenapa saya katakan "penguatan", karena orang tersebut akan merasa bakalan terus aman sekali pun ia mengulangi perilaku negatif itu, sebab ada akan ada yang membela dirinya dikemudian hari pikirnya. coba kita bandingkan jika kita dapat berperilaku objektif disemua tempat. kita akan tetap menyalahkan hal itu didepan atau dibelakang orang lain, ini akan memberikan pengkondisian kepadanya bahwa hal tersebut merupakan yang salah, saya malu, dan saya tidak akan mengulanginya kembali, karena saya merasa terancam, tak ada satu pun yang dapat membenarkan perilaku saya ini apapun keadaanya.

sepertinya agak ngaco dan tidak beraturan alur dari tulisan ini, tetapi yang jelas ini mengalir... hmmmm
*ditengah lalu lalang hening malam, saya menuju 21 tahun yang lebih matang dan mandiri !!! haha

Sabtu, 21 Januari 2012

Semua Perkara Hidupku, Kuserahkan padaMu yaa Rabb

Tahun ini, tahun ke 21 saya hidup di bumi Allah... tahun nya bioskop 21... hahaha
well, mungkin klo dibanding rentangan usia seorang manusia seperti Homo Sapiens yang hidup sampe ratusan tahun lamanya, umur bioskop saya ini belum ada apa-apanya bung... masih banyak banget hal yg belum saya lakukan dalam hidup ini, masih banyak banget keinginan yang belum terpenuhi, masih banyak banget cita-cita dan harapan yang belum tercapai. mulai dari masalah hal-hal yg berbau sekulerisme, hedonisme, karir, keluarga, pendidikan, dan cinta at least perkara pasangan yaa...

oke dari sekian banyak problematika kehidupan yang rumit padahal semuanya itu adalah fatamorgana, saat ini saya mau ngebahas masalah pasangan... haha, mungkin klo liat arsip blog ini gak jauh jauh isinya pasti tentang seorang laki-laki yang saya sebut "SUPERBOY"... nama aslinya Zaenal Muttaqien 24 tahun... 

kami sudah menjadi hubungan pacaran selama 15 bulan, yaa masih muda memang, belum apa-apa klo dibandingkan sama perjalanan biduk rumah tangga yg harus dilalui sama pasangan pengantin baru. dalam hubungan ini, saya merasa hubungan kita adalah hubungan yg memang saya jalani sebaik mungkin semampu saya... tapi saya sebagai perempuan biasa, tetap berharap adanya keseriusan dari hubungan ini yg memang nantinya akan berlabuh kejenjang pernikahan... segala macam bentuk kekurangan dari dia, dan dari hubungan ini terus saya coba minimalisir dan saya sesuaikan dengan hati dan kemampuan saya. agar semuanya memang berjalan selaras dan sesuai harmoni yang saya inginkan... well, semuanya memang berjalan dengan baik hingga hari ini...

tapi apakah ketika saya mengharapkan sesuatu yg lebih serius untuk hubungan ini salah ?

Sabtu, 07 Januari 2012

YOU YOU and YOU for ME for MY LIFE

That's why makes me know, how much I love you
I love my life with you SUPERBOY
dikala senaang ataupun sedih...
mau sabar ngadepin sikap aku yang kadang manja dan keras kepala
mau selalu ngelindungin dan menenangkan hati aku dikala aku dalam ketakutan ..



Jumat, 06 Januari 2012

Big Family



My beloved Nephew
saya punya delapan jagoan cerdas, berani, dan cinta keluarga yang siap bersaing untuk masa depan .... 


dimas azim raya damara rafa

azim izan rafa raya

azim raya - dari barbershop

Fachri

Giggsy


Kamis, 15 Desember 2011

Beloved Circle "BC"

guys, kalo kalian tau bagaimana sebenernya perasaan gue bisa punya temen kayak kalian semua ...

*Meyriandini suci lestari (uci)
*Virginiar novanda (gigin)
*Qonitah aljundiah (thata)
*Aulia anisyah fassa (nesya)
*Winda luftikasari (windaw)
*Restu Nurfadillah (restu)
*Fatannisa isnaini (nisa)
*Veronica meida (meida)
*Mizan Hasanah (jane)
*Yunita ridevianti (tate)
*Indah Nur Syarifah (ndah)

klo gue bole jujur disini sebenernya gue ngerasa bersalah dan dzolim banget sama kalian semua, karena jarangnya gue ikut acara-acara BC, bukannya gue gak mau, bukannya gue gak suka sm kalian.. beneran banget gak pernah sedikitnya terbesit dalam pikiran gue kayak begitu.. jarangnya gue ikut acara bc sebenernya karena gue ngerasa minder dari kalian, gue sering banget mikir klo gue harus samasama kalian, gue berasa kayaknya gimanaaaa gitu, kyk semacam gak layak dan gak pantes ajh klo harus main sama kalian.. padahal gue sebenernya paham banget posisi kalian, gue tau gak pernah sedikitpun kalian ngerasa begitu, gue tau banget klo kalian baiiiiiiik banget sama gue, selalu menerima gue apa adanya, tapi emang gue nya ajah yaa yg jahat sm kalian ... dzolim banget yaa Allah, maafin gue yaa teman teman.. yang pasti gue bahagia banget bisa kenal dan punya teman teman se care kalian ... gue beruntung banget punya kalian, emang gue nya ajh yg harus belajar untuk bisa menerima keadaan diri gue sendiri, yang pasti kalian semua adalah orang orang baik dan teman teman yg baik ... gue gak bisa bilang apa- apa lagi selain kata maaf, maafin gue yg penuh dengan kekurangan ... yg perlu kalian tau, gue sayang banget kalian semua :) sampe kapanpun kalian tetep merupakan bagian hidup dr proses pembelajaran gue yang berkesan, indah, dan lucu ... terimakasih untuk kebaikan kalian selama ini ke gue, terimakasih suda mau menerima gue dengan penuh tangan terbuka :)